Sunatan / Khitanan Bengkong Betawi tempo doeloe

December 19, 2015

Khitan sudah merupakan tradisi ribuan tahun, dan beberapa agama memposisi khitan sebagai salah satu ibadah wajib, sepeti dalam agama Islam dan Yahudi. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kedokteran moderen pun sangat menganjurkan pentingnya berkhitan segabai upaya membersihkan kotoran/smegma yang menempel pada sela kulit penis. Bebagai tradisi budaya Indonesia dalam hal yang cukup menarik untuk disimak adalah sunat Bengkong Betawi

 

            Sunat bagi orang Betawi adalah upacara memotong ujung Kelamin anak lelaki. Menurut ajaran agama Islam, bila anak lelaki memasuki akil balig, ia harus segera dikhitan atau disunat. Anak lelaki yang sudah akil balig tetapi belum disunat, salatnya tidak sah. Anak kecil yang belum masuk akil balig tetapi sudah wajib melaksanakan salat lima waktu, orang betawi menyebutnya anak baru belajar atau latihan membiasakan taat beribadah. 

            Dalam tradisi Betawi, sunat diartikan sebagai proses pembeda. Maksudnya, seorang anak lelaki yang sudah sunat berarti sudah memasuki dunia akil balig. Karena sudah akil balig, maka dia dituntut atau seharusnya sudah mampu membedakan antara dunia anak-anak dan dunia dewasa. Ia sudah selayaknya mampu menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang melanggar ajaran agama dan adat kesopanan di masyarakat.

 

Rembuk Sunat

            Zaman dulu, jika seorang anak lelaki yang akan disunat, bapak atau ibunya akan berembuk atau memusyawarahkan pelaksanaan upacara sunat. Dalam rembukan, biasanya selalu diajak orang tua atau sesepuh kampung yang nasihatnya akan dijadikan bahan pertimbangan. Tidak ketinggalan juga anak yang alan disunat diajak rembukan. Dalam rembukan yang dibicarakan antara lain:

 

  •     Kepada si anak ditanyakan apakah ia mau atau sudah berani untuk disunat. Ini perlu sekali ditanyakan, sebab jika si anak belum mau atau belum berani maka sunat tidak akan dilaksanakan karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Atau, sering juga si anaklah yang sudah ingin disunat lantaran ia diolok-olok temannya atau karena soal lainnya. Kepada anak ditanyakan pula apakah ingin diarak berkeliling kampung atau tidak. Kalau ingin diarak, apakah oa ingin diarak dengan diusung tandu atau dengan menaiki kuda. Ia juga ditanya apakah ingin ada hiburan dan apa hiburan yang dipilihnya. Ia bebas memilih jenis hiburan apa saja yang disukainya.

 

  • Mencari atau menentukan bengkong atau dukun sunat yang akan dipanggil untuk mengkhitan. Setiap bengkong punya kekhasan sendiri-sendiri. Kalau tangan bengkong memang jodoh, si anak yang disunat akan cepat sembuh. Kalau tangan bengkong termasuk dalam kategori "panas", luka sunat akan lama sembuh, bisa 10-20 hari. Namun, seorang bengkong tidak ada yang tangannya panas. Hanya memang sering terjadi cocok atau tidak cocok saja. Biasanya bengkong yang sudah senior (pengalaman dan doa-doanya) akan lebih diutamakan. Bengkong yang baik itu mempunyai ajian atau doa-doa mustajab yang dapat menghipnotis si anak agar tidak terasa takut, tidak merasa sakit, dan tidak terlalu banyak mengeluarkan darah sesudah disunat. Zaman dahulu, dokter masih sangat jarang dan hamlnya ada di kota, sedangkan di kampung-kampung hanya ada bengkong atau dukun sunat. Sebaliknya, zaman sekarang bengkong sudah suah untuk mencari bengkong.

            Sebelum hari H ( hari pelaksanaan) biasanya anak dirias dengan rias dan pakaian kebesaran sunat, dijadikan pengantin sunat. Pagi-pagi si anak atau pengantin sunat mulai diarak keliling kampung. Tujuannya untuk memberi hiburab atau memberi kegembiraan serta semangat kepada si anal bahwa besok dia akan dapat pengalaman baru, yaitu pengalaman sunat. Pelengkap dan pendukung acara pada kegiatan prosesi ngarak pengantin sunat antara lain:

 

1.Pakaian pengantin sunat lengkap

 

a. Jubah atawe jube, yaitu pakaian luar yang longgar dan besar serta terbuka pada bagian tengah depan dari leher sampai kebawah, dengan kepanjangan yang kira-kira tiga jari dari pakaian dalamnya atau boleh juga sama panjangnya dengan pakain dalamnya.

b. Gamis, yaitu pakaian dalam berwarna merah muda, kalem, dan lembut yang tidak terlalu kontras dengan warna jubahnya. Gamis harus berwarna polos dan tidak dihias.

c. Selempang. Selempang dikenakan sebagai tanda kebesaran. Namun demikian, pakaian selempang dipakai di bagian dalam jubah. Lebarnya kira-kira 15 cm. Cara memakainya diselempangjan pada pundak kiri ke arah pinggang kanan.

d. Alpie, yaitu tutup kepala khas sorban haji yang tingginya sisesuailan dengan yang memakai, dililit sorban putih atau warna rmas. Hiasan alpie berupa melati tiga untai/ronce, yang bagian atasnya diselipkan bunga mawar merah dan ujungnya ditutup dengan bunga cempaka.

e.Alas Kaki, berupa separu tutup alias Vantopel atau banyak juga yang menggunakan terompah berhiaskan mote

 

2. Pembaca selawat dustur,

3. Grup rebana ketimpring sebagai tukang ngarak dan membaca selawat badar,

4. Kuda hias,

5. Beberapa buah delman hias

6. Grup ondel-odel atau tanjidor

 

            Pelaksanaan sunat dibagi dua, yaitu hari pertama dan hari pelalsanaan sunat. Hari pertama disebut juga hari membujuk dan menghibur si pengantin sunat. Sedudah si pengantin sunat dirias dengan pakaian pengantin sunat, di depan pintu rumah dibacakan selawat dustur. Sesudah itu diarak dengan rebana ketimpring dan selawat badar menuju kuda. Kuda ini pun dirias dengan bunga-bunga dan bermacam buah-buahan. Dan di dekat ekor kuda digantungkan seikat padi dan sebuah kelapa. Sebelum rombongan pengantin sunat berangkat, serenceng petasan dibakar sebagai tanda bahwa rombongan siap berangkat

            Biasanya, si pengantin sunat akan didampingi teman-teman bermainnya. Dia naik kuda dan teman-temannya mengiringi dengan naik delman. Berjalan di barisan paling depan adalah grup ondel-ondel yang menari. Rombongan berkeliling kampung sambil diiringi rebana ketimpring. 

           Bengkong adalah sebutan untuk seorang dukun sunat. Istilah untuk tukang khitan atau dukun sunat dalam masyarakat Betawi. Khitan biasa juga dilakukan oleh seorang mantri atau dokter. Tukang sunat biasanya dipanggil ke rumah yang punya hajat. Ada kepercayaan kalau tangan bengkong memang jodoh maka anak yang disunat cepat sembuhnya. Bengkong yang baik harus memiliki doa-doa yang manjur, dapat menghipnotis anak supaya tidak takut dan tidak sakit waktu disunat, juga tidak banyak mengeluarkan darah.

      Busana seorang bengkong adalah kain sarung, jas tutup dan memakai peci hitam serta bersepatu pantopel. Kalau di daerah pinggir dan udik bengkong berbaju sadariah atau baju koko. Peralatan bengkong adalah: bambu penjepit, pisau (untuk memotong), obat luar berbentuk puyer namanya sulfanilamit, kalau di daerah pinggiran/udik, obatnya adalah getah kimpul, setelah itu diperban. Kini bengkong sudah tidak menggunakan getah kimpul lagi, mereka menggantinya dengan Betadin sebagai obat anti septik.

            Sebelum bengkong dengan peralatan sunatnya beraksi, biasanya orang tua si anak lebih dulu datang menghiburnya, menanyakan apa yang diinginkan si anak. Si pengantin sunat akan meminta sesuatu barang yang disukainya, misalnya sepedah atau yang lainnya. Selain itu, di sisi si anak disajikan meja yang terdapat 'bekakak ayam lengkap dengan nasi kuning dan buah-buahan. Bekakak ayam adalah ayam panggang yang tidak dipotong-potong dan setelah sunat akan dimakan  bersama teman-teman sebayanya yang hadir.

            Selesai dipotong, pantangan bagi anak yang disunat adalah tidak boleh makan ikan asin dan masakan yang dicampur udang. Dia juga tidak boleh melangkahi tahi ayam. Entah apa hubungannya antara melangkahi tahi ayam dan sunat. Jelas, anak-anak yang sunat tidak berani melangkahi tahi ayam. Entah apa hubunganya antara melangkahi tahi ayam dan sunat.

 

            Setelah disunat, si anak akan memperoleh hadiah dari kakek, nenek, encang, encing, keluarga, dan para tetangganya. Hadiah itu bermacam-macam jenisnya, tapi yang utama adalah uang. Setelah itu, dilaksanakan selametan atau tahlilan, termasuk muludan. Memang itu adalah sebuah tradisi dari orang Betawi.

 

 

 

 

 

SUNAT MODERN BIPOLAR TECH

 

Daftar referensi dan foto:

http://www.google.co.id

http://upacaraadatbetawi.blogspot.co.id/2013/01/sunatan_3.html

http://www.jakarta.go.id/v2/encyclopedia/detail/165/Bengkong

Please reload

Featured Posts

Perbandingan Teknik Khitan

December 1, 2015

1/2
Please reload

Recent Posts

December 1, 2015

December 1, 2015

Please reload

Archive