Perbandingan Teknik Khitan

December 1, 2015

 

Saat ini banyak teknik khitan yang digunakan di fasilitas kesehatan. Masing-masing teknik khitan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa teknik yang umum digunakan di masyarakat misalnya :

 

 

 

1. Teknik Konvensional :
Teknik konvensional dikenal juga dengan teknik dorsumsisi. Teknik ini yang paling awal digunakan di kalangan medis. Teknik ini dilakukan setelah pembiusan lokal dimana kulit akan dipotong pada daerah dorsal pada jam 12 (dorsumsisi) kemudian dipotong melingkar (sirkumsisi). Kulit dipotong menggunakan gunting bedah, perdarahan yang timbul dari pembuluh darah akan diklem dan diikat (proses hemostasis). Kulit luar dan mukosa dalam akan dijahit.
 

 

 

Keuntungan:
- Kemungkinan terpotongnya glands penis sangat rendah
- Banyaknya kulit yang diangkat paling presisi sehingga hasil relatif paling baik
- Semua dokter (seharusnya) dapat melakukan teknik ini
- Teknik ini dapat digunakan untuk fimosis (kulit preputium meyempit)


Kerugian:
- perdarahan lebih banyak dibanding teknik lain
- penyembuhan relatif lebih lama
- tindakan lebih lama

2. Cauter kawat panas/ LASER

Istilah awam cauter kawat panas yang beredar di masyarakat adalah khitan laser. Padal laser sebenarnya adalah alat pemotong menggunakan gelombang elektromagnet yang diamplifikasi. Harga alat laser asli sangatlah mahal dan tidak digunakan untuk khitan.
Setelah bius lokal, kulit akan dijepit dan ditarik pada jam 12 dan jam 6 menggunakan klem kecil, kelebihan kutit dijepit melintang menggunakan klem besar dan dipotong dengan kawat panas.
 

 

 

Keuntungan:
- Proses lebih cepat karena teknik yang lebih simpel
- Perdarahan lebih minim
- Kadang tidak perlu dijahit

Kerugian:
- Resiko terjepit dan terpotongnya glands penis paling tinggi
- Hasil lebih sulit diprediksi
- Hari-hari pertama biasanya luka membengkak akibat luka bakar.

3. Ring/Cincin (termasuk SmartKlamp (R) )

Pada teknik ini, tabung plastik kecil dimasukkan kedalam kulit penis/preputium dan menutupi glands penis. Cincin penjepit dipasang dari luar dan menjepit kelebihan kulit. Aliran darah terhenti, dan kulit lebih dipotong melingkar. Tabung melindungi glans penis dari lingkungan luar sehingga rasa ngilu karena kepala penis bergesekan dengan celana dapat dihindari. Air seni mengalir keluar dari lubang tabung. Setelah didiamkan selama 4-5 hari, tabung dilepas.

 

 

 

Keuntungan:
- Ngilu akibat gesekan lebih minimal karena kepala penis tertutup tabung
- Bisa langsung menggunakan celana dan aktivitas ringan
- Tidak perlu dijahit
- Penyembuhan relatif lebih cepat


Kerugian:
- Teknik pemasangan perlu skill khusus oleh dokter
- Hasil lebih sulit diprediksi dibanding konvensional (tergantung pengalaman dokter)
- Tabung perlu dibuka lagi (nyeri)
- Sulit untuk pasien fimosis (penyempitan kulit preputium)
- Luka melingkar dapat menyempit bila ukuran tabung yang digunakan lebih kecil dari kepala penis


4. Electrosurgical Bipolar Cauter (by Klinik Spesialis Sunat )

Bipolar cauter adalah gunting jaringan yang memotong kulit tanpa darah. Jaringan yang dipotong terkoagulasi (lumer) sehingga pembuluh darah tertutup. Kulit penis digunting dorsumsisi dan sirkumsisi seperti teknik konvensional tanpa perdarahan. Keunggulannya gabungan dari teknik konvensional dan cauter/laser. Potongan yang dihasilkan presisi tanpa/minim perdarahan dan tidak perlu dijahit.
 

 

 

Keuntungan:
- Kemungkinan terpotongnya glands penis sangat rendah
- Banyaknya kulit yang diangkat presisi sehingga hasil relatif baik
- Teknik ini dapat digunakan untuk fimosis (kulit preputium meyempit)
- Proses lebih cepat karena teknik yang lebih simpel
- Bloodless/ sangat minim perdarahan
- Resiko perdarahan ulang sangat kecil
- Tidak perlu dijahit
- Penyembuhan relatif lebih cepat
- Tidak perlu kontrol luka bila tidak ada keluhan


Kerugian:

- Alat dan operator sangat sedikit
- Ngilu akibat gesekan dengan celana (dapat diatasi dengan celana dalam khusus)

 

 

 

Please reload

Featured Posts

Perbandingan Teknik Khitan

December 1, 2015

1/2
Please reload

Recent Posts

December 1, 2015

December 1, 2015