Perawatan Pasca Khitan

December 1, 2015

 

Setelah melewati hari H khitan, seringkali yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu tindakan khitan adalah perawatan setelahnya. Metode khitan yang berbeda-beda dewasa ini ternyata tidak berpengaruh pada cara perawatan setelah prosedur berlangsung.Secara umum prinsip perawatan pasca khitan sama seperti prinsip perawatan luka lainnya. Tujuan utamanya adalah mencegah infeksi dan menjaga luka tetap bersih dan kering untuk mempercepat kesembuhan.


Berikut beberapa hal yang banyak dipertanyakan orangtua tentang perawatan setelah khitan
1. Aktifitas anak . Anak dapat melakukan aktifitas seperti biasa asalkan tidak berlebihan seperti lompat atau lari-lari
2. Mandi. Anak tetap harus dijaga kebersihan badannya dengan memandikan seperti biasa dengan tetap menjaga luka bersih dan kering, jadi mandi seperti biasa namun penis cukup di lap dengan kain basah dan dikeringkan. 
3. Luka dibalut atau tidak, tergantung keputusan dokter. Jika luka dibalut, usahakan balutan lepas dengan sendirinya atau jika terpaksa harus dibuka dan diganti, rendam terlebih dahulu saat mandi selama kurang lebih 10 menit. Setelah balutan dibuka biarkan kering dan olesi pelembab seperti Vaseline. Balutan pada luka khitan cukup dipakai selama kurang lebih 24 jam, selebihnya dapat dilepas
4. Salep antibiotik. Oleskan salep antibiotik sewaktu-waktu untuk pencegahan infeksi dua kali sehari selama kurang lebih satu minggu
5. Proses Penyembuhan. Hal-hal yang terjadi selama proses penyembuhan luka seringkali dapat menimbulkan kekhawatiran orang tua namun sebenarnya proses tersebut normal terjadi. Selama beberapa hari setelah sunat luka penis akan membengkak hingga terkadang tidak tampak kepala penis,hal ini normal terjadi dan setelah reda ukuran dan bentuk penis akan normal seperti biasa. Terkadang timbul cairan pada luka, cairan ini cukup di bersihkan pelan-pelan.  Selama cairan jernih, tidak berbau atau keruh seperti nanah maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Cairan ini akan bercampur dengan salep antibiotik dan mengering membentuk krusta. Krusta ini lambat laun akan mengelupas sendirinya saat mandi dan jangan sekali-kali memaksa melepaskannya. Perdarahan yang sedikit dan berupa titik-titik perdarahan saja normal terjadi namun jika terjadi perdarahan hebat dan terus menerus dapat menghubungi dokter
6. Nyeri. Jika anak mengeluh sakit pada bekas luka dapat diberikan anti nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen
7. Buang air kecil. Anak dapat mengeluh nyeri saat buang air kecil sehingga seringkali menahannya karena takut nyeri. Secara umum proses khitan tidak akan mengganggu aliran kencing, namun jika anak tidak dapat buang air kecil lebih dari 6-8 jam dapat menghubungi petugas kesehatan. Tips praktis saat anak menahan buang air kecil salah satunya dengan cara membawa anak ke toilet dan membasahi kakinya dengan air untuk merangsang rasa ingin kencingnya.
8.  Luka khitan umumnya sembuh dalam 1-2 minggu meskipun hal ini bervariasi 
Jika khitan dilakukan pada bayi tentu saja ada tantangan tersendiri saat merawat lukanya karena bayi belum dapat mengontrol sendiri buang air kecil dan buang air besarnya sehingga harus berhati-hati jangan sampai kotoran dan kencingnya mengotori luka khitan. Selain itu, menjaga bayi agar jangan banyak menggerakkan kaki juga membutuhkan perhatian dan kerja keras orang tua.


Tips khusus untuk merawat luka khitan pada bayi antara lain :
1. Membopong dan menggendongnya setiap saat untuk mencegah dia banyak menggerakkan kaki

2. Ganti balutan setiap ganti popok, ganti popok tiap dua jam sampai habis tiga kali popok. Popok yang sekali pakai lebih baik daripada popok kain karena menjaga daerah luka bayi tetap kering. Pada popok terkadang terlihat bercak darah dari luka, jika bercak darah tampak luas dan banyak, orang tua dapat menghubungi dokter/petugas kesehatan untuk mengecek seberapa banyak perdarahan yang terjadi
3. Hindari menggunakan tissue basah beralkohol, bedak atau lotion untuk membersihkan luka khitan karena dapat menimbulkan iritasi.  Jaga luka tetap kering dan bersih dengan air hangat dan sabun yang lembut serta kain yang tidak kasar untuk mengeringkan.
4. Saat bayi rewel karena nyeri, selain obat, perawatan yang lembut dan penuh kasih sayang dapat membantu menenangkan bayi.

 

Artikel ini kerjasama dengan Doctormums (www.doctormums.com)

 

Referensi
1. Circumision care Instruction  [internet]. Memorial child birth centre[cited nov 2015]  Available from https://qualityoflife.org/tasks/sites/memorialcms/assets/File/Circumcision_Care(1).pdf
2. Catatan Praktek : Perawatan Sehabis Sunat [internet] [cited Nov 2015 ] Available from http://bedahanak.org/2014/02/18/catatan-praktek-perawatan-sehabis-sunat/
3. Post Circumcision care for newborn babies and toodlers [internet] University of California San Fransisco [cited Oct 2015] Available from https://www.ucsfbenioffchildrens.org/education/post-circumcision_care_for_newborns_babies_and_toddlers/index.html
4. Circumcision Caring For Your Child At Home After The Procedure [internet] Aboutkidshealth [cited Oct 2015 ] Available from http://www.aboutkidshealth.ca/en/healthaz/developmentalstages/maternalandnewborn01month/pages/circumcision-caring-for-your-child-at-home-after-the-procedure.aspx
 

Please reload

Featured Posts

Perbandingan Teknik Khitan

December 1, 2015

1/2
Please reload

Recent Posts

December 1, 2015

December 1, 2015

Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags
Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2019 by Surgy Medika