Agar Anak tidak Takut Disunat

December 1, 2015

 

 

Bagi sebagian anak, sunat dapat menjadi salah satu hal yang menakutkan bagi mereka. Ketakutan ini tak jarang timbul karena orang dewasa tanpa sadar mengaitkan sunat dengan sebuah hukuman yang menakutkan seperti adanya ancaman, “Kalau bandel, nanti disunat lho”. Ketakutan ini semakin bertambah apabila teman atau saudara yang telah disunat juga ikut menakut-nakuti sang anak. Hal inilah yang menyebabkan anak memiliki informasi yang salah dan persepsi yang menakutkan mengenai sunat. Oleh karena itu, informasi yang salah tersebut perlu diperbaiki agar ketakutan pada anak dapat hilang. 

 

Kita sebagai orangtua memiliki peranan yang besar untuk memperbaiki kesalahan informasi tersebut pada anak. Orangtua dapat menyampaikan kepada anak mengenai apa itu sunat dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak. Sebagai muslim, orangtua juga sebaiknya memberitahukan mengenai kewajiban sunat sehingga cepat atau lambat anak tetap perlu menjalani proses sunat. Orangtua juga sebaiknya menjelaskan apa saja manfaat dari sunat kepada anak sehingga anak menyadari bahwa sunat adalah hal yang penting dan baik bagi dirinya. 

 

Disamping perlunya memberikan informasi yang benar, ada beberapa hal yang juga sebaiknya dilakukan oleh orangtua agar anak semakin siap untuk disunat, yaitu:
1. Bicaralah yang jujur
Hindari membohongi anak dengan mengatakan bahwa sunat itu tidak sakit atau rasanya hanya seperti digigit semut. Hal ini nantinya dapat menimbulkan efek traumatis pada anak karena ia sebenarnya merasakan sakit melebihi dari apa yang ia dengar dari orangtua. Katakanlah dengan jujur kepada anak bahwa ia akan merasakan sakit setelah disunat, namun sakit tersebut tidak akan bertahan lama. Orangtua juga bisa menjelaskan berbagai metode sunat kepada anak dan memberikannya kesempatan kepada untuk memilih metode yang ia anggap paling nyaman, yang tentunya disesuaikan dengan kondisi ekonomi orangtua.
2. Berbagi pengalaman
Ajaklah ayah atau saudara laki-laki yang telah disunat untuk menceritakan pengalaman mereka ketika disunat kepada anak. Hal ini dilakukan agar anak memiliki panutan dari orang-orang didekatnya. Pastikan bahwa mereka menceritakan pengalaman yang dapat membuat anak termotivasi untuk disunat.
3. Biar anak yang menentukan waktunya
Jika anak benar-benar berani untuk disunat, beri kesempatan kepadanya untuk mengusulkan waktu kapan ia akan disunat. Ini salah satu cara untuk benar-benar mengetahui kapan anak benar-benar siap dan mengajarinya bertanggung jawab dengan ucapan dan keinginannya.
4. Lakukan ketika anak benar-benar siap
Lakukanlah sunat ketika anak benar-benar siap agar anak tidak mengalami efek traumatis. Anak yang tidak siap tak jarang membuat sakit yang dirasa dapat berkali-kali lipat karena sugesti yang dibangun anak. Walaupun mengaku siap, tak jarang sebagian anak tiba-tiba menjadi takut sesaat sebelum menjalani proses sunat. Untuk mengatasinya, orangtua dapat memberikan pemahaman kembali bahwa proses sunat tidak semenakutkan yang dibayangkan, mengalihkan perhatian anak dengan mengajaknya membicarakan topik lain, dan bekerja sama dengan ahli medis yang akan melakukan sunat agar bisa menyemangati anak.

 

Setelah disunat, jangan lupa berikan pujian kepada anak atas keberanian dan keberhasilannya menjalani proses sunat. Orangtua juga dapat memberikan anak hadiah yang ia inginkan, yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan orangtua. 

 

Artikel ini kerjasama dengan Doctormums (www.doctormums.com)


Sumber:
Wawancara dengan psikolog Eri Vidiyanto, M.Psi dari website http://www.ummi-online.com/bila-anak-takut-disunat---.html
 

Please reload

Featured Posts

Perbandingan Teknik Khitan

December 1, 2015

1/2
Please reload

Recent Posts

December 1, 2015

December 1, 2015

Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags
Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2019 by Surgy Medika